Senin, 31 Maret 2014

Kajian Ahad Pagi Perumahan Jatisari BSB Semarang

  Alhamdulillah, dalam rangka untuk mempererat silaturrahim diantara warga Perumahan Jatisari BSB Semarang diadakanlah kajian rutin dwimingguan secara bergilir dari satu masjid/mushola ke masjid/ mushola yang lain. Perumahan dengan populasi warga mencapai kira-kira 3600'an penduduk dan lebih 85% adalah muslim serta dengan tempat ibadah  1 masjid Jami', 5 masjid komplek dan 3 mushola tentu merupakan sebuah perumahan yang mempunyai potensi yang cukup besar disegala bidang untuk bisa dikembangkan.
     Kajian ini berawal dari study banding beberapa perwakilan takmir yang ada di Perumahan ke Masjid Jogokaryan di Jogyakarta. Pada saat ini ada 24 peserta yang mengikuti acara study banding dan disambut langsung oleh bp Jazir selaku ketua takmir sekaligus motor yang ada di Masjid Jogokaryan. Dalam acara silaturrahim tersebut berlangsung sampai larut malam karena begitu semangatnya para peserta menyimak dan diselingi pertanyaanya kepada pak Jazir.
       Kembali pada kajian ahad pagi putaran pertama yang diadakan di Masjid Al Fath Jatisari Permai. Tidak kurang 60 jamaah mengikuti acara ini dan begitu antusias mendengarkan tausiah dan pemaparan dari ustadz M. Amin, Sos.I. Yang mengangkat tema Membangun Semangat Berjamaah
      Semoga rintisan kajian yang mempunyai slogan "Membangun Ukhuwah , Mempererat Silaturrahim" ini mampu menjadikan masjid/mushola sebagai bagian untuk memajukan peradaban sebagaimana yang pernah dilakukan oleh rosulullah SAW.

Sabtu, 09 November 2013

Kamis, 05 September 2013

Rabu, 22 Mei 2013

Sabtu, 18 Mei 2013

Rezeki Definitif


 Rezeki yang terbayangkan itu tak sebesar rezeki yang tak terbayangkan. Mudah membayangkan rezeki yang terbayangkan. Yang sulit adalah membayangkan soal-soal yang tak terbayangkan. Mudah bagi seorang karyawan membayangkan berapa jumlah gajinya hingga pensiun nanti. Tapi tak mudah membayangkan apa saja yang akan menjadi tambahan rezekinya di luar gaji.

Maka, menghentikan bayangan hanya sebatas pada soal-soal yang terbayangkan adalah soal gampang. Jadi jangan heran jika hasilnya juga terbatas pada soal-soal yang berkelas gampangan, yang orang lain mudah meniru dan mendapatkan juga tak perlu latihan. Itulah rezeki para penonton yang bisa diperoleh tanpa harus berusaha kecuali kesanggupannya untuk menonton.

Tapi hasilnya, cuma sebegitulah kelas rezeki penonton. Sudah masuk harus membeli tiket, di dalam harus berisiko menjadi korban tawuran. Sudah rugi duit, rugi pula keselamatan. Beda nian dengan pemain apalagi pemain bintang. Rezekinya sungguh berkebalikan. Apa yang tak diperoleh penonton adalah apa yang diberikan kepada pemain termasuk pujian. Jika ada pemain pujaaan rasanya belum ada penonton pujaan. Bahkan soal pujian saja penonton tak kebagian. Hidup yang tak pernah dipuji sungguh setara dengan mati.

Mudah sekali membayangkan menjadi penonton tapi tak mudah membayangkan menjadi pemain apalagi pemain bintang. Karenanya sedikit saja orang yang mau bersusah-payah bahkan hanya soal membayangkan. Makin sedikit membayangkan, makin sedikit kemungkinan. Makin sedikit kemungkinan makin sedikit peluang. Makin sedikit peluang makin sedikit yang bisa dikerjakan. Makin sedikit pekerjaan makin sedikit yang bisa dihasilkan. Dan itulah asal-usul kemiskinan.

Jadi jelas, betapa prinsipil kedudukan sebuah bayangan. Maka ketrampilan membayangkan benar-benar rezeki besar bagi sebuah peradaban. Bangsa yang terampil membayangkan selalu memimpin di barisan depan. Jika cuma bergantung pada rezeki definitif negara-negara yang miskin sumber daya alam itu sudah otomatis akan dicekik kemiskinan. Tapi anehnya otomatisasi itu tak selalu terjadi sepanjang mereka memiliki imajinasi. Latihan membayangkan soal-soal yang tak terbayangkan benar-benar akan mendatangkan rezeki dalam skala tak terbayangkan. Persoalannya, apa yang sekarang ini sedang kita bayangkan?


dicopy dari priegs.com


Senin, 12 November 2012

Keutamaan Sholat Tahajud


Dalil  Perintah Sholat Tahajud
Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :
“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”
(QS : Al-Isro’ : 79)
Bersabda Rosulullah SAW :
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )
Nabi SAW bersabda lagi :
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )

Keutamaan Shalat Tahajud :
Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan
sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”
Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh
semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.
Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.
(Bahan (materi) di ambil dari buku “RAHASIA SHALAT SUNNAT” (Bimbingan
Lengkap dan Praktis) Oleh: Abdul Manan bin H. Muhammad S