Minggu, 06 Juni 2010

Sales dan Tantangan

Kalau dilakukan perhitungan terhadap lowongan kerja pada iklan koran mudah sekali didapatkan, bahwa kesempatan kerja sebagai sales paling banyak ditawarkan. Tidak dapat dipungkiri semua perusahaan membutuhkan tenaga penjual. Apalagi perusahaan yang menjual produk & jasa secara direct selling (penjualan langsung) ke pemakai pasti dibutuhkan armada sales yang cukup besar.

Mengapa sedikit saja pencari kerja tertarik dengan profesi menjual ? Padahal hampir semua wirausahawan atau pengusaha memulai bisnisnya sebagai orang sales. Setelah menguasai medan pemasaran, mulailah dengan membuka usaha sendiri. Tantangan di dunia penjualan sebenarnya sangat menaik, tentu bagi yang menyukainya. Untuk menjadi tenaga penjual, seorang sales pasti akan diberikan training. Beberapa training yang dibutuhkan sales adalah training pengetahuan produk/jasa, training ketrampilan menjual, komunikasi dan membangun hubungan.

Menjual adalah sebuah ketrampilan. Dibutuhkan pengulangan dan praktek langsung serta latihan yang serius. Menguasai ketrampilan menjual tentu membutuhkan waktu yang cukup. Sabar dan tekun adalah rahasia mendapatkan kemampuan tersebut. Penghalang utama ada pada mentalitas instan mau cepat berhasil. Sedangkan di dunia penjualan, kita harus membangun jaringan nasabah, klien atau pelanggan. Semua itu membutuhkan waktu dan upaya yang terus menerus layaknya petani yang menabur benih, harus menunggu waktu menuai sembari tetap memelihara dan menyirami bibit yang telah disemainya.

Tantangan lainnya adalah penolakan. Banyak orang sales yang terpental atau mundur gara-gara ditolak. Pemahaman yang salah tentang penolakan membuat sales sangat tertekan. Berbeda dengan sales yang sukses, yang menganggap penolakan sebagai bagian dari proses mendapatkan persetujuan. Yang gagal dan yang berhasil hanya berbeda sikap dalam menerima penolakan. Sikap pantang mundur dan optimis sangat dibutuhkan profesi sales.

Ketrampilan dalam komunikasi terkait dengan efektifitas membangun jaringan. Bekal pengetahuan dan ketrampilan dalam komunikasi, membaca, menulis, berbicara mendengarkan sangat kurang pada banyak orang. Kemampuan membaca untuk mendapat pengetahuan yang terkait dengan pelanggan. Menulis untuk menyampaikan laporan. Berbicara secara berurutan dan mudah dicerna untuk presentasi. Dan yang penting mendengarkan dengan baik untuk menemukan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Meremehkan persiapan yang matang sebelum menemui pelanggan, karena menganggap mampu berbicara dengan baik. Ketrampilan dalam berkomunikasi dapat dikuasai dengan latihan dan persiapan yang baik sebelum ke lapangan.

Penampilan sales dituntut sesuai dengan produk/jasa yang dijual, dan target konsumen yang dilayani. Pakaian, kerapian dandanan, kebersihan tubuh dan wajah yang ceria mengharuskan sales melupakan dulu segala problem pribadi saat melayani pelanggan. Seringkali keterbatasan dana membuat sales tampil kurang optimal. Sehingga penampilannya tidak menjual. Begitu juga produknya, yang dipersepsi sama dengan salesnya, oleh si calon pelanggan.

Menariknya dibidang penjualan, banyak waktu dilapangan. Orang sales sering bisa mengatur waktu dengan lebih fleksibel. Asal tidak malah menjadi tidak disiplin. Sering kontak dengan orang lain yang nota bene adalah calon pelanggan dan klien. Kadang menciptakan peluang bisnis lain. Tapi jangan sampai membuat sales menjadi tidak focus yang akhirnya tidak memberi hasil apapun.

Godaan juga sering datang pada sales wanita, sehingga timbul pandangan miring terhadap profesi sales. Pelayanan pada calon pelanggan yang berlebihan sampai melanggar batas norma kesusilaan. Gangguan dari calon pelanggan bisa dihindari, asal sales bersikap profesional. Tidak menggunakan kelebihan fisiknya untuk menarik calon pembeli untuk bertransaksi. Pasti hal ini harus dilihat sebagai penyimpangan yang bisa terjadi juga pada profesi yang lain. Bukan monopoli pelanggaran etika oleh orang-orang sales saja.

Setiap perusahaan menyadari, dalam perekrutan tenaga penjual selalu didapatkan orang yang belum berpengalaman. Training pasti diberikan sebelum menerjunkan orang sales ke lapangan. Bukan hanya training pada awal bergabung. Training-training berkelanjutan dan berjenjang juga harus disiapkan bila menginginkan orang salesnya berhasil dan menang dalam bersaing dengan kompetitor. Bagi orang sales kesempatan training adalah peluang emas untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilannya dalam menjual. Seminar dan training yang diadakan sering diikuti oleh banyak orang sales.

Peluang yang sangat besar dalam penghasilan dan hubungan bisnis yang lebih luas sering menarik orang untuk mencoba menjadi sales. Tapi harus melalui tantangan yang ada.

Senin, 10 Mei 2010

PUTUS SEKOLAH


Rutinitas bulananku untuk sungkem sekaligus mohon maaf dan minta do'a restu kepada Make di kampung agak berkesan luar biasa bulan ini.

Setelah lebih dua jam mengendarai sepeda motor dari Semarang menuju pinggiran kota Salatiga akhirnya sampai juga di depan rumah Make yang sangat sederhana, senyum dan pelukan hangat penuh kedamaian make terasa tak ingin aku lepaskan, setetes air mata kebahagiaan mengalir tanpa aku sadari dari mataku.

Suasana di dalam rumah make yang biasanya sepi saat ini ramai ternyata dua Pak Lek yang dari Jakarta datang, sebab harus mengurus putra-putranya yang akan mengambil surat kelulusan tentu juga dengan membereskan biaya - biaya yang menungga'.

Setelah bersalaman dan bersih-bersih kami sekeluarga duduk santai sambil menikmati teh tubruk buatan make yang terasa nikmat sekali mungkin karena ketulusan beliau dalam membuat dan menyajikan. Alhamdulillah...mak nyuss... rasanya....

Beberapa saat kemudian aku bertanya kepada Pak Lek. Kira-kira mau melanjutkan kemana putranya yang baru saja lulus SMP.
Alangkah terkejutnya aku mendengar jawaban Pak Lekku."Le...adikmu wis ben ora sekolah wae soale Pak Lekmu ini wis tuwo, ora sanggup mbiayani adikmu, ben ngewangi Bu Lekmu kerjo ning Jakarta." Kaget sekali aku mendengar jawaban beliau memang secara ekonomi mungkin pas-pasan beliau kerja di Jakarta di Pabrik Besi sementara Bu Leku kerja di Rumah Tangga namun dari usia sebenarnya belum terlalu sepuh.

Sejenak aku terbengong. Tapi buru-buru aku mengangguk-anggukan kepala, sebab putranya Pak Lekku ini dua yang satu juga lulusan STM dan yang satu SMP, mungkin beban beliau memang berat saat ini.

Sambil mempersilahkan menikmati hidangan puhung goreng dan ketela rebus, aku menyarankan kepada Pak Lek kalaupun tahun ini putranya harus putus sekolah tapi untuk tahun depan sebaiknnya kembali kesekolah tentunya persiapan untuk masuk sekolah dengan menabung selama setahun akan cukup. Untuk saat ini masuk setingkat SMU didesa make ini yang aku dengar sekitar 4 juta. Berakhir bincang-bincang kami ketika terdengar adzan magrib.

Malam harinya aku merenung ternyata kalau selama ini pemerintah terus mengkampanyekan sekolah gratis tapi kenapa masih ada anak-anak yang putus sekolah seperti putra Pak Lekku bahkan ada beberapa lagi yang juga tidak bisa melanjutkan karena faktor ekonomi.

Memang tidak bisa menyalahkan siapapun tapi hikmah yang bisa aku ambil adalah mempersiapan sesuatu jauh-jauh hari adalah modal yang penting, termasuk mempersiapakan biaya sekolah untuk anak-anak, sehingga mereka mampu meraih cita-citanya.

Mungkin management keuangan keluarga harus benar-benar diterapkan semaksimal mungkin.


Rabu, 28 April 2010

Islam rahmatanlilalamin


Tanggungjawab untuk menjadikan agama islam dan muslim sebagai rahmatanlilalamin adalah bukanlah suatu hal yang mudah.

Akan tetapi apabila hal ini dilakukan secara bersama-sama dalam sebuah komunitas tentu akan lebih terasa ringan, pokok permasalahan bisa dirembung bersama-sama dan dicarikan solusinya secara obyektif .
Meskipun kadang-kadang dalam perjalanan akan ada benturan perbedaan pandangan hal ini dikarenakan oleh adanya ego dalam rangka untuk menunjukan bahwa saya ada.

Namun demikian sisi positif dari kebersamaan itu akan lebih besar dibandingkan negatifnya. Sehingga dari kebersamaan ini banyak muncul ide-ide dan kegiatan yang bisa lebih banyak diterima oleh masyarakat dan pada akhirnya akan dapat menunjukan bahwa islam dan muslim ini benar-benar rahmatanlilalamin.

Senin, 26 April 2010

Konvoi Lulusan


Raungan suara knalpot yang nyaring memekakan telinga membuat setiap pengguna jalan jadi memperhatikannya tentu saja tidak sedikit yang mencela bahkan kadang - kadang diselingi umpatan.

Konvoi motor seragam abu-abu yang penuh dengan coretan bahkan sebagian besar ada yang tidak menggunakan helm sehingga tampak jelas rambut yang juga tidak lepas dari coretan.

Inilah yang sedang terjadi seharian ini disepanjang perjalananku, bahkan teman yang mengemudikan kendaraan sempat menggerutu " kita yang waras mesti ngalah nich, mas, cari jalan lain!".

Tapi asyik juga, hitung-hitung bernostalgia dengan 15 tahun yang lalu. Seperti ini juga yang saya lakukan mungkin juga panjenengan walau tidak sedoyo. Nggih...to....

Memang kelulusan sekolah bagi sebagian orang terasa belum lengkap bila tidak diikuti pesta konvoi dan coret - moret.

Walau kesenangan ini sebenarnya hanya sementara karena tantangan berat harus segera dihadapi.
Masuk perguruan tinggi bukanlah hal yang mudah terutama PTN, butuh perjuangan yang extra.

Bagi yang tidak berkesempatan kuliah mungkin karena kondisi ekonomi, pilihan berkerjapun harus dilalui dengan tantangan yang tidak ringan persaingan kerja yang ketat dan tidak sehat harus segera dilewati.

Semoga ditengah - tengah aksi coret - coret dan konvoi adik - adik kita ini juga sudah menyusun strategi dengan apa yang harus dihadapi dan dilakukan besok.

Tidak seperti negeri ini yang senang mereformasi tapi tidak siap berantisipasi.
Yang penting ganti tapi tidak menyiapkan siapa yang mau mengganti

Jumat, 23 April 2010

Pemimpinku


Ada sedikit renungan yang bisa kita lakukan ditengah-tengah penantian peresmian pemimpin kota tercinta ini.

Adalah ayat sebagaiman saya tulis diatas yang garis besarnya adalah diangkatnya seorang pemimpin oleh Allah dengan kelebihan keluasan pengetahuan dan keperkasaan tubuh.
Dan ketika itu umat nabi Musa bertanya " Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhaq mengendalikan pemerintahan daripadanya,kami memiliki kekayaan yang banyak".

Pahamlah kita bahwa harta kekayaan bukanlah satu satunya bekal untuk menguasai suatu pemerintahan idealnya memang banyak harta, dalam pengetahuanya, perkasa tubuhnya, sehingga dalam istana bisa jadi raja dimedan laga bisa mengomando sebagai jendaral yang tidak hanya memerintah dengan dan dari duduk diatas singgasana.

Tentu berubahnya dari raja menjadi jendral di medan laga akan menambah kepekaan dan perhatian kepada kondisi sosial yang terjadi. Sehingga tidak hanya asal perintah. Disinilah keluasaan pengetahuan akan dituntut.

Semoga kita sebagai warga kota yang berusaha menjadi baik juga akan mendapatkan pemimpin yang baik.

Kamis, 22 April 2010

Beleken


Alhamdulillah setelah sekian lama saya tidak ditegur oleh ALLAH SWT, dua hari ini saya diingatkan kembali tentang bagaimana saya harus mensyukuri atas nikmat sehat.

Mata yang biasanya sehat, tiba-tiba tanpa sebab jelas bangun tidur menjadi merah dan terasa mengganjal dengan sedikit tidak menghiraukan sayapun tetap bekerja seperti biasa tapi ternyata makin lama makin menganjal dan sakit sekali bahkan sampai keseluruh badan, tulang terasa nyeri dan linu-linu.

Sesampai dikantor beberapa temen menyarankan untuk istirahat dan pulang dulu daripada nanti menulari orang sekantor, bahkan ada yang bergurau bahwa saya ini terkena penyakitnya orang deso yaitu beleken.

Biarpun penyakitnya orang deso kalau sakit ya...tetap saja sakit.
Dalam kondisi seperti sekarang ini barulah terasa bahwa nikmat sehat haruslah kita syukuri.

Ya..ALLAH...ampuni atas segala dosaku dan tetapkalah aku untuk tetap berada dirahmatMU

Sabtu, 17 April 2010